Literat - Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia http://ejournal.unsap.ac.id/index.php/literat <p><strong>Literat - Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia</strong> is a peer-reviewed journal published by LPPM UNSAP for information and communication sources for academics (educators), education and learning observers and education practitioners, which is published twice a year in February and August. Articles published are the results of research, reflection, and actual critical studies relating to education and learning. All articles are reviewed by peers at least by two reviewers. The scope of the article includes: Learning Indonesian and regional languages, Linguistics, Applied linguistics, Literature and teaching and learning, The latest issue is related to the development of the Indonesian language learning and teaching model, literature, and regional discussion.</p> LPPM UNSAP & Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan en-US Literat - Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 2963-4342 KELAYAKAN BUKU TEKS BAHASA INDONESIA KELAS XI SMA/MA/SMK/MAK KARANGAN SENI HANDAYANI JILID KEDUA TERBITAN GRAFINDO MEDIA PRTAMA http://ejournal.unsap.ac.id/index.php/literat/article/view/2310 <table width="593"> <tbody> <tr> <td width="387"> <p>Buku teks memiliki peran penting sebagai satu di antara beberapa sumber utama dalam mendukung proses pembelajaran di sekolah. Fakta di lapangan, masih ditemukan buku teks Bahasa Indonesia yang materinya belum memenuhi standar kriteria kelayakan. Kondisi ini menuntut peran aktif guru dalam megevalusi dan mengkaji buku teks yang digunakan secara kritis, dengan berpedoman pada kriteria penilaian yang telah ditetapkan oleh Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kelayakan isi dan penyajian buku teks Bahasa Indonesia kelas XI SMA/MA/SMK/MAK karangan Seni Handayani. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data dokumentasi dan analisis teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelayakan isi yang meliputi, kesesuaian dengan Standar Nasional Pendidikan dan kurikulum mencapai 84,9%; kesesuaian dengan perkembangan IPTEK mencapai 85,5%; serta kesesuaian dengan konteks dan lingkungan mencapai 100%. Dilihat dari standar kelayakan penyajian yang meliputi, penyampaian isi buku sesuai dengan perkembangan psikologis dan kemampuan berbahasa peserta didik mencapai 100%; serta penggunaan bahasa yang tepat dan komunikatif sesuai dengan tingkat penguasaan bahasa peserta didik mencapai 91,9%. Dengan demikian, buku teks Bahasa Indonesia kelas XI SMA/MA/SMK/MAK karangan Seni Handayani jilid kedua dilihat dari kelayakan isi dan penyajian dapat dikatakan layak digunakan sebagai bahan ajar di sekolah.</p> </td> </tr> </tbody> </table> Lea Juliana Asep Saepurokhman Anto Irianto Copyright (c) 2025 Lea Juliana, Asep Saepurokhman, Anto Irianto https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2025-10-31 2025-10-31 4 2 106 117 TINDAK TUTUR ILOKUSI SISWA LAKI-LAKI PADA KEGIATAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA http://ejournal.unsap.ac.id/index.php/literat/article/view/2306 <table width="593"> <tbody> <tr> <td width="387"> <p>Kemampuan berkomunikasi verbal merupakan aspek penting dalam pembelajaran, terutama dalam interaksi kelas yang mendukung pemahaman dan partisipasi siswa. Namun, fenomena kurang aktifnya siswa laki-laki dalam menyampaikan pendapat pada mata pelajaran Bahasa Indonesia menjadi perhatian khusus. Rendahnya partisipasi verbal ini dapat mencerminkan hambatan dalam proses belajar yang lebih luas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi tindak tutur ilokusi serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi rendahnya partisipasi verbal siswa laki-laki kelas XI di SMK Negeri Situraja. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik rekam, catat, dan wawancara. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan 43 tuturan yang terdiri dari 21 representatif (Asertif), 8 direktif, 2 komisif, dan 12 ekspresif. Fungsi tuturan terbagi menjadi 6 kompetitif, 11 konvivial, 11 kolaboratif, dan 15 konfliktif. Faktor internal seperti kurang percaya diri dan motivasi belajar, serta faktor eksternal seperti metode pengajaran dan suasana kelas, turut memengaruhi keaktifan siswa. Manfaat penelitian ini adalah memberikan wawasan bagi guru dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih komunikatif dan mendorong keterlibatan siswa secara aktif di kelas.</p> </td> </tr> </tbody> </table> Dedi Irawan Mely Sulastri Mamay Sutiamah Copyright (c) 2025 Dedi Irawan, Mely Sulastri, Mamay Sutiamah https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2025-10-31 2025-10-31 4 2 118 132 ASPEK PSIKOLOGIS TOKOH DALAM FILM BUDI PEKERTI KARYA WREGAS BHANUTEJA http://ejournal.unsap.ac.id/index.php/literat/article/view/2311 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya permasalahan mengenai <em>bullying </em>di media sosial, yang berdampak serius pada kesehatan mental individu, serta kekurangan dalam pemilihan bahan ajar apresiasi sastra, sehingga penulis mengkaji lebih dalam mengenai aspek psikologis tokoh dalam film <em>Budi Pekerti</em> karya Wregas Bhanuteja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran isi, gambaran psikologis tokoh, keterkaitan unsur tokoh dengan unsur-unsur lain, dan menyusun skenario pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa isi film <em>Budi Pekerti </em>karya Wregas Bhanuteja mencerminkan kompleksitas hubungan antara Pendidikan, media sosial, dan Kesehatan mental. Penggambaran psikologis menunjukkan perjuangannya menghadapi konflik internal dan eksternal, yang menyebabkan tekanan batin yang mendalam. Perkembangan karakter Prani berlangsung secara dinamis, dipengaruhi oleh lingkungan sosial dan opini publik. Keterkaitan unsur tokoh dengan konflik menunjukkan bahwa karakter bukan sekadar pelaku narasi, tetapi pusat dari konflik yang mendorong perkembangan cerita. Dalam penerapannya, penulis menyusun skenario pembelajaran menggunakan model pembelajaran <em>project based learning</em> (PjBL) dan metode pembelajaran ceramah, tanya jawab, penugasan serta diskusi kelompok.&nbsp;</p> Ina Noviana Kuswara E. Sulyati Copyright (c) 2025 Ina Noviana, Kuswara, E. Sulyati https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2025-10-31 2025-10-31 4 2 133 145 NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM CERITA RAKYAT KABUPATEN SUBANG http://ejournal.unsap.ac.id/index.php/literat/article/view/2312 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam cerita rakyat Kabupaten Subang, khususnya cerita Asal Mula Kesenian Sisingaan dari Subang karya Yuliadi Soekardi dan U. Syahbudin, serta menilai kelayakannya sebagai bahan ajar alternatif dalam pembelajaran apresiasi sastra di SMA. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotika Roland Barthes untuk menganalisis unsur penanda, petanda, dan tanda dalam konteks makna denotatif, konotatif, dan mitos. Penelitian ini menganalisis unsur intrinsik cerita, nilai-nilai pendidikan karakter berdasarkan lima nilai utama versi Kemendikbud dalam Imam Musbikin (2019), yaitu religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas, serta aspek kelayakan berdasarkan pertimbangan bahasa, psikologis, dan latar belakang budaya menurut Rahmanto (1988). Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita rakyat tersebut sarat akan pesan moral dan nilai-nilai pendidikan karakter yang dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran sastra di sekolah. Dengan kandungan nilai budaya lokal dan potensi kearifan lokal, cerita ini dinilai layak dijadikan bahan ajar alternatif untuk meningkatkan apresiasi siswa terhadap sastra sekaligus membentuk karakter positif.</p> Ade Nurlaela Hasanah Arfah Ece Sukmana Yeni Yuliani Copyright (c) 2025 Ade Nurlaela Hasanah Arfah, Ece Sukmana, Yeni Yuliani https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2025-10-31 2025-10-31 4 2 145 156 FUNGSI, KATEGORI, DAN PERAN SINTAKSIS PADA KALIMAT LANGSUNG DALAM KUMPULAN CERPEN ALBUM CINTA PERTAMA KARYA SINDI NURMAIDAH, DKK http://ejournal.unsap.ac.id/index.php/literat/article/view/2313 <p>Bahasa dikatakan sebagai media komunikasi, tanpa bahasa manusia tidak akan mampu berinteraksi antara satu dengan yang lain. Dalam kegiatan berbahasa Indonesia, ada satu satuan bahasa yang sangat erat kaitannya dengan masalah komunikasi yaitu bidang sintaksis, yaitu subsistem tata bahasa mencakup kata dan satuan-satuan yang lebih besar dari kata serta hubungan antara satuan itu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi, kategori, dan peran sintaksis pada kalimat langsung dalam kumpulan cerpen <em>Album Cinta Pertama</em> karya Sindi Nurmaidah, dkk. Data penelitian ini adalah kalimat langsung yang terdapat dalam kumpulan cerpen <em>Album Cinta Pertama</em>, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kalimat langsung dalam kumpulan cerpen tersebut memiliki berbagai fungsi, kategori dan peran sintaksis yang berbeda-beda seperti subjek, predikat, objek, dan keterangan. Tetapi memiliki jumlah data yang sama, jumlah data terdapat 45 data. Dengan demikian, penelitian ini dapat berkontribusi pada pemahaman yang lebih baik tentang struktur sintaksis, juga dapat memberikan wawasan tentang bagaimana penulis menggunakan kalimat langsung untuk menciptakan efek tertentu pada pembaca.</p> Rita Rahmawati Dadang Gunadi Achyar Effendy Copyright (c) 2025 Rita Rahmawati, Dadang Gunadi, Achyar Effendy https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2025-10-31 2025-10-31 4 2 156 167 ANALISIS TINGKAT VALIDITAS DAN RELIABILITAS BUTIR SOAL PENILAIAN AKHIR SEMESTER MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS XI SMA NEGERI SITURAJA http://ejournal.unsap.ac.id/index.php/literat/article/view/2314 <p>Analisis butir soal merupakan suatu proses penting untuk mengkaji kualitas soal, khususnya dalam aspek validitas dan reliabilitas, sehingga soal yang digunakan benar-benar mampu mengukur kompetensi peserta didik. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum adanya analisis sistematis terhadap soal Penilaian Akhir Semester (PAS) Bahasa Indonesia di SMA Negeri Situraja. Soal yang digunakan disusun secara individu oleh guru tanpa melalui forum musyawarah guru mata pelajaran (MGMP), sehingga kualitas soal, baik validitas maupun reliabilitasnya, belum diketahui secara pasti. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tingkat validitas dan reliabilitas butir soal PAS Bahasa Indonesia kelas XI tahun pelajaran 2024/2025. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data yang dianalisis berupa soal PAS, kunci jawaban, serta hasil tes siswa dari 30 butir soal. Uji validitas dilakukan melalui analisis tingkat kesukaran dan daya pembeda, sedangkan reliabilitas diuji dengan teknik belah dua (split-half test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 butir soal, hanya 14 soal (47%) yang dinyatakan valid. Namun, reliabilitas instrumen tergolong tinggi dengan koefisien 0,82 ≥ 0,235, yang berarti soal cukup konsisten dan dapat dipercaya. Meskipun demikian, sebagian butir soal tetap perlu direvisi agar benar-benar layak digunakan dalam PAS Bahasa Indonesia.</p> Fitrialin Elizanoviyanti Asep Saepurokhman Copyright (c) 2025 Fitrialin Elizanoviyanti, Asep Saepurokhman https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2025-10-31 2025-10-31 4 2 168 176 PROSES MORFOLOGIS KATA KOMPLEKS PADA ARTIKEL OPINI MEDIA DARING INIMAHSUMEDANG http://ejournal.unsap.ac.id/index.php/literat/article/view/2315 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya perhatian guru bahasa Indonesia dalam memanfaatkan media daring untuk mengajarkan aspek kebahasaan, khususnya morfologi pembentukan kata kompleks, dalam pembelajaran di fase D (SMP). Tujuan penelitian ini adalah mengumpulkan, mengklasifikasikan, dan mendeskripsikan, serta memersentasekan proses morfologis kata kompleks pada artikel opini media daring <em>Inimahsumedang</em>. Penelitian ini menggunakan metode deksriptif dengan pendekatan kualitatif. Data berupa kata kompleks dalam artikel dikumpulkan melalui studi dokumentasi dan dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses morfologis yang ditemukan mencakup afiksasi dan reduplikasi, serta kesalahannya. Afiksasi yang ditemukan sebanyak 404 kata (21,15%), reduplikasi 15 kata (0,78%), dan kesalahan morfologis sebanyak 8 kata (1,90%), terdiri atas 5 kesalahan afiksasi (1,19%) dan 3 kesalahan reduplikasi (0,71%). Kesalahan kata kompleks pada artikel opini media daring <em>Inimahsumedang</em> tergolong pada kategori rendah sekali, kemudian dapat disimpulkan artikel opini pada media daring <em>Inimahsumedang</em> dinilai layak untuk dimanfaatkan sebagai bahan ajar alternatif aspek kebahasaan di SMP. Penelitian ini diharapkan mendorong guru untuk memanfaakan media daring sebaik-baiknya guna meningkatkan kemampuan berbahasa peserta didik secara efektif dan efisien.</p> Ridwana Ali Dadang Gunadi Dedi Irawan Copyright (c) 2025 Ridwana Ali, Dadang Gunadi, Dedi Irawan https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2025-10-31 2025-10-31 4 2 177 196 PENOKOHAN DALAM NOVEL NAMAKU ALAM KARYA LEILA S. CHUDORI: KAJIAN PSIKOANALISIS SIGMUND FREUD http://ejournal.unsap.ac.id/index.php/literat/article/view/2316 <p>Pembelajaran di SMA khususnya pembelajaran sastra merupakan pembelajaran yang harus dipelajari oleh siswa. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengumpulkan dan mendeskripsikan unsur penokohan yang terdapat pada novel <em>Namaku Alam</em> karya Leila S. Chudori. Penulis menggunakan metode penelitian deskriptif pendekatan kualitatif, dengan data berupa dialog dan kutipan dari setiap tokoh. Instrumen penelitian berupa analisis unsur penokohan yang dilihat dari aspek psikologi sastra dengan menggunakan teori psikoanalisis Sigmund Freud (<em>id</em>, <em>ego</em>, dan <em>superego</em>). Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga komponen yang membentuk struktur kepribadian manusia pada tokoh dalam novel. Tokoh utama Segara Alam memiliki komponen <em>id</em>. Hal ini sesuai dengan isi cerita yang pengarang gambarkan dalam novelnya, seorang remaja yang dibayang-bayangi oleh dosa ayahnya yang merupakan tahanan politik yang dieksekusi karena terlibat dengan gerakan komunis. Selain itu, struktur kepribadian <em>ego</em> menjadi struktur kepribadian yang paling banyak ditemukan dari tokoh lain. Hal ini terjadi karena kedudukan tokoh lain bertujuan sebagai penyeimbang untuk tokoh utama. Perkembangan psikologi dari tokoh utama menunjukkan perkembangan yang signifikan. Hal ini terjadi karena keterkaitan antara unsur pembangun cerita dan kedudukan tokoh lain yang menjadi pengaruh bagi tokoh utama. Latar cerita menggambarkan kondisi Indonesia tahun 80-an pasca tragedi G30SPKI. Berdasarkan hasil penelitian, novel <em>Namaku Alam</em> karya Leila S. Chudori dinilai layak digunakan sebagai bahan pembelajaran apresiasi sastra di SMA.</p> Rizal Ahmad Satriani Kuswara Ece Sukmana Copyright (c) 2025 Rizal Ahmad Satriani, Kuswara, Ece Sukmana https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2025-10-31 2025-10-31 4 2 197 208 NILAI SOSIAL DAN NILAI DIDAKTIS DALAM NOVEL TWENTY FOUR EYES KARYA SAKAE TSUBOI http://ejournal.unsap.ac.id/index.php/literat/article/view/2317 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurang bervariasinya bahan pembelajaran apresiasi sastra di SMA, hanya bergantung pada buku teks semata yang mengakibatkan rendahnya motivasi dan minat baca peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai sosial dan nilai didaktis dalam novel <em>Twenty Four</em><em> Eyes </em>karya Sakae Tsuboi, serta kelayakannya sebagai bahan pembelajaran apresiasi sastra di SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik baca dan teknik catat. Sumber data yang diperoleh dari novel <em>Twenty Four Eyes </em>karya Sakae Tsuboi. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah, 1) ditemukan sebanyak 37 data nilai sosial meliputi pengabdian, tolong-menolong, kesetiaan, kepedulian, rasa memiliki, disiplin, empati, toleransi dan kerja sama. 2) ditemukan sebanyak 33 data nilai didaktis meliputi nilai kesabaran, nilai kegigihan dan keuletan, nilai empati, nilai saling berbagi, nilai menolong sesama, nilai kejujuran, nilai kesetiaan, nilai kesejatian, nilai hikmah (pelajaran berharga), nilai toleransi, nilai menghargai sesama, nilai membalas kejelekan dengan kebaikan, nilai mengedepankan kebaikan dari keburukan, dan nilai kualitas amal kebaikan. 3) novel <em>Twenty Four Eyes</em> karya Sakae Tsuboi layak dijadikan sebagai bahan pembelajaran apresiasi sastra di SMA dilihat dari nilai sosial dan nilai didaktis yang terkandung di dalam novel tersebut.</p> Dewi Santika E. Sulyati Achyar Effendy Copyright (c) 2025 Dewi Santika, E. Sulyati, Achyar Effendy https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2025-10-31 2025-10-31 4 2 209 219