KAJIAN SEMIOTIK UPACARA ADAT TEMBUNI DI DAERAH KECAMATAN CILENGKRANG KABUPATEN BANDUNG SEBAGAI IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH

Authors

  • Meida Dahlia Universitas Sebelas April
  • Ece Sukmana
  • Kuswara

Keywords:

Kajian semiotika, upacara adat tembuni, pendidikan karakter, tanggapan masyarakat

Abstract

Peneliti memilih model analisis semiotika Roland Barthes karena dengan menggunakan teori ini, peneliti dapat menginterpretasikan dan menggali makna tersembunyi. Melalui naskah upacara adat tembuni, peneliti menganalisis makna denotasi, konotasi, serta menemukan mitos yang akan menjadi identitas dan gaya hidup di dalam masyarakat.

Kajian Semiotik dapat diterapkan dalam karya sastra berupa naskah upacara adat tembuni, dan tata cara pelaksanaannya karena sistem bahasa dan sastra merupakan lambang atau tanda. Bahasa yang disajikan dalam karya sastra bukan bahasa biasa melainkan bahasa yang sarat dengan penanda dan petanda. Melalui penerapan model analisis semiotik ini, peneliti melakukan pengamatan menyeluruh dari naskah upacara adat tembuni dengan memperhatikan koherensi makna antar bagian dalam naskah untuk menggali informasi, sehingga permasalahan ketidaktahuan (awam) dalam menafsirkan maksud dan pesan yang terdapat dalam prosesi penguburan tali ari-ari terpecahkan. Kemudian peneliti menganalisis pendidikan karakter yang terkandung dalam upacara adat tembuni yang dapat diimplementasikan di Sekolah meliputi jujur, religius, kerjasama, toleransi dan bertanggungjawab.  Selanjutnya peneliti menganalisis tanggapan masyarakat dari kalangan remaja dan kalangan dewasa mengenai upacara adat tembuni melalui respon setuju dan tidak setuju.

Downloads

Published

2026-07-31

How to Cite

Meida Dahlia, Ece Sukmana, & Kuswara. (2026). KAJIAN SEMIOTIK UPACARA ADAT TEMBUNI DI DAERAH KECAMATAN CILENGKRANG KABUPATEN BANDUNG SEBAGAI IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH. JESA - Jurnal Edukasi Sebelas April, 10(2), 166–182. Retrieved from https://ejournal.unsap.ac.id/index.php/jesa/article/view/2245