PENGGUNAAN BAHASA FIGURATIF DALAM NOVEL TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WIJCK KARYA HAMKA
Keywords:
Novel, Bahasa Figuratif, HamkaAbstract
Penelitian ini membahas tentang bahasa figuratif yang terdapat dalam novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Hamka diterbitkan oleh Gema Insani 2017 (cetakan pertama) dengan menggunakan kajian stilistika. Haji Abdul Karim Amrullah yang disingkat Hamka ia merupakan ulama, sastrawan, sejarawan, sekaligus politikus yang terkenal di Indonesia. Terkenal dengan karyanya yang religius, ia telah menciptakan karya sastra diantaranya Di Bawah Lindungan Ka’bah, Marantau ke Deli, dan Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan teknik simak-catat sebagai teknik pengumpulan data, serta metode padan sebagai teknik dalam analisis data. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa terdapat data bentuk bahasa figuratif dalam novel tersebut yang terdiri dari pemajasan diantaranya simile, metafora, hiperbola, personifikasi, hipokronisme, sinekdoke, sarkasme, metonimia, antonomasia, ironi, sinisme. Adapun penyiasatan struktur repitisi, klimaks, dan antitesis. Penelitian ini brtujuan untuk mengetahui bahasa figuratif dan makna apa saja yang terkandung dalam novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Hasil peneltian tersebut dapat memberikan informasi yang berguna bagi pembacanya mengenai bahasa figuratif.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JESA - Jurnal Edukasi Sebelas April

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/






