https://ejournal.unsap.ac.id/index.php/literat/issue/feed Literat - Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 2026-04-30T08:20:07+00:00 Muhammad Agreindra Helmiawan research@unsap.ac.id Open Journal Systems <p><strong>Literat - Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia</strong> is a peer-reviewed journal published by LPPM UNSAP for information and communication sources for academics (educators), education and learning observers and education practitioners, which is published twice a year in February and August. Articles published are the results of research, reflection, and actual critical studies relating to education and learning. All articles are reviewed by peers at least by two reviewers. The scope of the article includes: Learning Indonesian and regional languages, Linguistics, Applied linguistics, Literature and teaching and learning, The latest issue is related to the development of the Indonesian language learning and teaching model, literature, and regional discussion.</p> https://ejournal.unsap.ac.id/index.php/literat/article/view/2725 NILAI SOSIAL DAN MORAL DALAM CERITA RAKYAT PANGERAN KORNEL KARYA YULIADI SOEKARDI DAN U. SYAHBUDIN 2026-04-30T07:32:14+00:00 Riyani riyani712003@gmail.com Ece Sukmana ecesukmana_fkip@unsap.ac.id Yeni Yuliani yeniyuliani_fkip@unsap.ac.id <p style="font-weight: 400;">Cerita rakyat merupakan warisan budaya lisan yang memuat memori kolektif, nilai sosial, dan ajaran moral yang relevan bagi pembelajaran sastra serta penguatan karakter peserta didik. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan nilai sosial dan nilai moral dalam cerita rakyat Pangeran Kornel karya Yuliadi Soekardi dan U. Syahbudin serta merumuskan relevansinya sebagai bahan pembelajaran apresiasi sastra di SMA. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi. Data berupa kata, frasa, kalimat, dialog, dan peristiwa naratif yang dikumpulkan melalui teknik baca, simak, dan catat, kemudian dianalisis melalui reduksi, kategorisasi, interpretasi, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan 25 data nilai sosial kasih sayang 17, tanggung jawab 2, dan keserasian hidup 6. Nilai moral juga berjumlah 25 data hubungan manusia dengan Tuhan 7, diri sendiri 5, dan sesama manusia 13. Dominasi kasih sayang dan hubungan dengan sesama menunjukkan bahwa cerita ini menekankan kepemimpinan humanis, solidaritas, dan keberanian moral. Cerita Pangeran Kornel layak dijadikan bahan pembelajaran apresiasi sastra di SMA karena mendukung literasi budaya dan pendidikan karakter</p> 2026-04-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Riyani, Ece Sukmana, Yeni Yuliani https://ejournal.unsap.ac.id/index.php/literat/article/view/2727 IMPLEMENTASI GAME-BASED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS RESENSI DI MAN 2 SUMEDANG 2026-04-30T06:45:18+00:00 Neni Nurhayati neninurhayati505@gmail.com Asep Saepurokhman asepsaepurokhman_fkip@unsap.ac.id Dedi Irawan dedirawan_fkip@unsap.ac.id <p>Keterampilan menulis teks resensi menuntut kemampuan memahami isi karya, menyusun struktur ulasan, menggunakan kalimat efektif, memilih diksi, dan menerapkan kaidah ejaan secara tepat. Dalam praktik pembelajaran, siswa kerap mengalami kesulitan karena pembelajaran menulis masih cenderung monoton dan kurang memberi ruang pada aktivitas kolaboratif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan hasil pembelajaran menulis teks resensi dengan menggunakan metode game-based learning (GBL) pada siswa kelas XI MAN 2 Sumedang tahun ajaran 2024/2025. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif-kualitatif dengan desain one-shot case study. Data dikumpulkan melalui telaah modul ajar, observasi pelaksanaan pembelajaran, dan tes menulis teks resensi. Instrumen penelitian meliputi lembar telaah modul ajar, lembar observasi, rubrik penilaian menulis, dan tes akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran telah disusun secara sistematis sesuai komponen modul ajar Kurikulum Merdeka. Pelaksanaan pembelajaran memperoleh keterlaksanaan 90,5% pada kategori baik. Hasil tes akhir menunjukkan nilai rata-rata 75,44 dengan nilai tertinggi 100 dan nilai terendah 55; sebanyak 10 dari 18 siswa (55,6%) mencapai nilai 75 ke atas. Temuan ini menunjukkan bahwa GBL dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran menulis teks resensi yang mendorong partisipasi, kolaborasi, dan keterlibatan siswa, meskipun klaim efektivitas kausal masih perlu diuji melalui desain eksperimen yang lebih kuat.</p> 2026-04-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Neni Nurhayati, Asep Saepurokhman, Dedi Irawan https://ejournal.unsap.ac.id/index.php/literat/article/view/2728 ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM NOVEL THE STORY OF JANETA SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA DI SMA 2026-04-30T06:50:05+00:00 Reti Putri Cahyati retip235@gmail.com Dadang Gunadi dadanggunadi_flip@unsap.ac.id E. Sulyati esulyati_fkip@unsap.ac.id Mamay Sutiamah mamay_fkip@unsap.ac.id <p>Fenomena bilingualisme dalam masyarakat Indonesia tidak hanya hadir dalam komunikasi lisan, tetapi juga terepresentasi dalam karya sastra populer. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan wujud alih kode dan campur kode dalam novel The Story of Janeta karya Sheisray, mengidentifikasi fungsi penggunaannya, serta menelaah relevansinya sebagai alternatif bahan ajar Bahasa Indonesia di SMA. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode analisis isi. Data berupa kata, frasa, klausa, dan tuturan tokoh yang mengandung alih kode serta campur kode. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, teknik baca, dan teknik catat dengan instrumen kartu data. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 200 data, terdiri atas 12 data alih kode dan 188 data campur kode. Alih kode ekstern dan campur kode ekstern lebih dominan dibandingkan bentuk intern. Campur kode berbentuk kata merupakan temuan terbanyak, diikuti frasa dan klausa. Fungsi alih kode dan campur kode meliputi penegasan maksud, penanda identitas sosial, pembangun keakraban, ekspresi emosi, penyesuaian topik pembicaraan, dan kebutuhan kosakata. Temuan ini relevan dijadikan alternatif bahan ajar karena membantu peserta didik memahami variasi bahasa, konteks penggunaan bahasa, dan sikap berbahasa yang tepat dalam teks fiksi maupun nonfiksi.</p> 2026-04-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Reti Putri Cahyati, Dadang Gunadi, E. Sulyati, Mamay Sutiamah https://ejournal.unsap.ac.id/index.php/literat/article/view/2729 NILAI KEHIDUPAN DALAM KUMPULAN CERPEN DARI DEIDA HINGGA SERIBU HARI DALAM PANDEMI SEBAGAI BAHAN AJAR APRESIASI SASTRA 2026-04-30T06:56:26+00:00 Agus Jaja Wihana agusjajawihana12@gmail.com Kuswara kuswara@unsap.ac.id Anto Irianto antoirianto_fkip@unsap.ac.id <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemanfaatan karya sastra sebagai media internalisasi nilai kehidupan dan penguatan karakter peserta didik. Kumpulan cerpen Dari Deida hingga Seribu Hari dalam Pandemi karya D. Andana, T. Mujizat, dkk. memuat pengalaman religius, moral, sosial, budaya, dan didaktis yang relevan dengan pembelajaran apresiasi sastra di SMA. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan unsur pembangun cerpen, mengidentifikasi nilai-nilai kehidupan, menjelaskan keterkaitan nilai kehidupan dengan unsur pembangun, serta merumuskan relevansinya sebagai bahan ajar apresiasi sastra. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik baca, simak, catat, dan analisis isi. Data berupa kata, frasa, kalimat, dialog, dan peristiwa naratif yang mengandung nilai kehidupan dalam lima belas cerpen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur pembangun yang menonjol meliputi tokoh, alur, latar, tema, dan sudut pandang. Ditemukan 108 data nilai kehidupan yang terdiri atas nilai agama 28 data, nilai moral 27 data, nilai sosial 19 data, nilai didaktis 22 data, dan nilai budaya 12 data. Nilai-nilai tersebut terutama hadir melalui tindakan tokoh, konflik batin, dialog, serta latar domestik, religius, dan pedesaan. Kumpulan cerpen ini layak dijadikan bahan ajar apresiasi sastra di SMA karena sesuai dengan tujuan pembelajaran sastra, mendukung pembentukan karakter, dan dapat diimplementasikan melalui pembelajaran berbasis proyek</p> 2026-04-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Agus Jaja Wihana, Kuswara, Anto Irianto https://ejournal.unsap.ac.id/index.php/literat/article/view/2730 KESANTUNAN BERBAHASA DALAM SINIAR “CANTIK + PINTAR + PRESTASI = XAVIERA” PADA KANAL YOUTUBE RADITYA DIKA 2026-04-30T07:01:36+00:00 Sheviani Taniasari taniasarisheviani@gmail.com Achyar Effendi achyareffendi_fkip@unsap.ac.id Avini Martini avinimartini_fkip@unsap.ac.id <table width="593"> <tbody> <tr> <td width="387"> <p>Perkembangan siniar di YouTube menghadirkan ruang komunikasi digital yang bersifat spontan, informal, dan terbuka. Dalam konteks tersebut, kesantunan berbahasa menjadi penting karena tuturan figur publik tidak hanya membangun relasi antarpembicara, tetapi juga dapat memengaruhi persepsi audiens. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pematuhan dan pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa pada siniar “Cantik + Pintar + Prestasi = Xaviera” dalam kanal YouTube Raditya Dika. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan kerangka pragmatik, khususnya prinsip kesantunan Leech yang meliputi maksim kebijaksanaan, kedermawanan, penghargaan, kesederhanaan, permufakatan, dan kesimpatian. Data berupa tuturan Raditya Dika dan Xaviera yang diperoleh melalui teknik simak, transkripsi, pencatatan, klasifikasi, dan interpretasi kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 53 tuturan yang relevan, terdiri atas 44 tuturan pematuhan dan sembilan tuturan pelanggaran prinsip kesantunan. Pematuhan paling dominan terdapat pada maksim penghargaan, sedangkan pelanggaran paling banyak ditemukan pada maksim kebijaksanaan. Temuan ini menunjukkan bahwa percakapan siniar cenderung membangun suasana akrab, suportif, dan apresiatif, sementara pelanggaran kesantunan lebih banyak muncul dalam bentuk humor, respons minimal, atau tuturan spontan yang perlu dipahami berdasarkan konteks komunikasi digital. Hasil penelitian ini berkontribusi pada kajian pragmatik digital dan dapat dimanfaatkan sebagai alternatif bahan ajar pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya pada materi teks percakapan, diskusi, wawancara, dan etika berbahasa di ruang digital.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-04-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Sheviani Taniasari, Achyar Effendi, Avini Martini https://ejournal.unsap.ac.id/index.php/literat/article/view/2732 KEEFEKTIFAN KALIMAT DALAM TEKS BERITA KARYA SISWA KELAS XI MA NEGERI 2 SUMEDANG 2026-04-30T07:13:28+00:00 Lilis Endah Nurkomalasari lilisnurkomalasari23@gmail.com Dedi Irawan dedirawan_fkip@unsap.ac.id <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya ketidakefektifan kalimat dalam teks berita yang ditulis siswa. Dalam teks berita, kalimat efektif diperlukan agar informasi faktual tersampaikan secara jelas, hemat, logis, dan tidak menimbulkan penafsiran ganda. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan keefektifan kalimat, mengidentifikasi bentuk kalimat efektif dan tidak efektif, serta menghitung frekuensi ketidakefektifan kalimat dalam teks berita karya siswa kelas XI MA Negeri 2 Sumedang Tahun Pelajaran 2024/2025. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan dukungan perhitungan frekuensi sederhana. Sumber data penelitian berupa 12 teks berita karya siswa kelas XI-E yang memuat 112 kalimat. Data dikumpulkan melalui penugasan tertulis dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik analisis teks menggunakan kartu data berdasarkan empat indikator kalimat efektif, yaitu kesepadanan struktur, keparalelan bentuk, kehematan kata, dan kelogisan makna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 58 kalimat (51,8%) termasuk efektif, sedangkan 54 kalimat (48,2%) tidak efektif. Ketidakefektifan paling banyak disebabkan oleh pelanggaran aspek kehematan sebanyak 21 kalimat, diikuti kesepadanan 13 kalimat, kelogisan 12 kalimat, dan keparalelan 8 kalimat. Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menyusun kalimat teks berita tergolong cukup efektif, tetapi masih membutuhkan penguatan pada pemilihan kata, penghematan unsur kalimat, dan penataan struktur informasi.</p> 2026-04-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Lilis Endah Nurkomalasari, Dedi Irawan https://ejournal.unsap.ac.id/index.php/literat/article/view/2733 IMPLEMENTASI MODEL KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH DALAM PEMBELAJARAN APRESIASI CERPEN DI SMK 2026-04-30T07:21:48+00:00 Rosita Fitryani rosita.fitriyani30@gmail.com Asep Saepurokhman asepsaepurokhman_fkip@unsap.ac.id <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perlunya model pembelajaran apresiasi cerpen yang lebih aktif, kolaboratif, dan menyenangkan bagi siswa SMK. Apresiasi cerpen tidak cukup dilakukan melalui pembacaan dan penjelasan satu arah, tetapi perlu melibatkan aktivitas membaca, menafsirkan, berdiskusi, serta menghubungkan unsur cerita dengan pengalaman hidup peserta didik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan hasil pembelajaran apresiasi cerpen dengan menggunakan model kooperatif tipe Make a Match pada siswa kelas XI RPL 1 SMK Informatika Sumedang tahun pelajaran 2024/2025. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan desain pre-eksperimental tipe one-shot case study. Data diperoleh melalui analisis modul ajar, observasi pelaksanaan pembelajaran, dan tes akhir apresiasi cerpen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul ajar telah disusun secara sistematis sesuai komponen Kurikulum Merdeka. Pelaksanaan pembelajaran berjalan baik karena seluruh komponen observasi terlaksana, terutama pada tahap pembentukan kelompok, pencocokan kartu soal-jawaban, diskusi, presentasi, dan refleksi. Hasil tes terhadap 30 siswa menunjukkan nilai tertinggi 96, nilai terendah 54, nilai rata-rata 78, dan 18 siswa atau 60% memperoleh nilai minimal 75. Temuan ini menunjukkan bahwa model kooperatif tipe Make a Match dapat menjadi alternatif pembelajaran apresiasi cerpen yang mendukung keterlibatan siswa, kerja sama, dan pemahaman unsur intrinsik cerpen. Meskipun demikian, karena penelitian ini tidak menggunakan pre-test dan kelompok kontrol, hasil penelitian lebih tepat dimaknai sebagai gambaran keberhasilan implementasi, bukan sebagai bukti efektivitas kausal secara penuh.</p> 2026-04-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Rosita Fitryani, Asep Saepurokhman https://ejournal.unsap.ac.id/index.php/literat/article/view/2734 SIKAP BAHASA DAN KESALAHAN EJAAN DALAM TEKS BERITA KARYA SISWA KELAS XI SMK INFORMATIKA SUMEDANG 2026-04-30T07:29:18+00:00 Mutiara Hikmah Aprilia mutiarahikmah097@gmail.com Dadang Gunadi dadanggunadi_flip@unsap.ac.id Avini Martini avinimartini_fkip@unsap.ac.id Arip Budiman aripbudiman_fkip@unsap.ac.id <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya kesalahan ejaan dalam teks berita siswa, terutama pada penggunaan huruf kapital, tanda baca, dan kata depan. Kesalahan tersebut tidak hanya berkaitan dengan penguasaan kaidah ejaan, tetapi juga diduga berhubungan dengan sikap bahasa siswa terhadap bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sikap bahasa siswa, mengidentifikasi bentuk kesalahan ejaan dalam teks berita, serta menjelaskan kecenderungan hubungan antara sikap bahasa dan kesalahan ejaan pada siswa kelas XI SMK Informatika Sumedang Tahun Pelajaran 2024/2025. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan dukungan penghitungan frekuensi sederhana. Data dikumpulkan melalui angket sikap bahasa dan dokumen teks berita yang ditulis oleh 31 siswa. Sikap bahasa dianalisis berdasarkan tiga indikator, yaitu kesetiaan bahasa, kebanggaan bahasa, dan kesadaran terhadap norma bahasa, sedangkan kesalahan ejaan dianalisis berdasarkan pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) Edisi V. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap bahasa siswa berada pada kategori positif, terdiri atas enam siswa berkategori sangat baik dan 25 siswa berkategori baik. Dari 31 teks berita, ditemukan 24 teks yang memuat kesalahan ejaan dan tujuh teks tidak menunjukkan kesalahan pada aspek yang dianalisis. Jumlah keseluruhan kesalahan ejaan yang teridentifikasi sebanyak 71 kesalahan, dengan jumlah kesalahan tertinggi pada satu sampel sebanyak delapan kesalahan. Temuan ini menunjukkan adanya kecenderungan bahwa siswa dengan sikap bahasa yang lebih positif cenderung melakukan kesalahan ejaan lebih sedikit. Dengan demikian, pembelajaran bahasa Indonesia perlu mengintegrasikan pembinaan sikap bahasa dengan latihan penulisan teks berita berbasis penyuntingan ejaan.</p> 2026-04-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Mutiara Hikmah Aprilia, Dadang Gunadi, Avini Martini, Arip Budiman https://ejournal.unsap.ac.id/index.php/literat/article/view/2731 EMOSIONALISME DAN EGOISME TOKOH DALAM CERPEN-CERPEN TERPILIH 32 ATMA MENDEKAP ASA 2026-04-30T07:07:52+00:00 Acep Kurniawan acepkurniawanid@gmail.com Ece Sukmana ecesukmana_fkip@unsap.ac.id Mamat Rohimat mamat_fkip@unsap.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan representasi emosionalisme dan egoisme tokoh dalam kumpulan cerpen 32 Atma Mendekap Asa karya Bagus Adi Saputra dkk. serta relevansinya sebagai bahan pembelajaran apresiasi sastra di SMA. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya teks sastra sebagai medium refleksi psikologis, moral, dan sosial bagi peserta didik. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra. Semiotika Roland Barthes digunakan sebagai perangkat bantu untuk membaca makna denotatif, konotatif, dan mitos, sedangkan pola The Hero’s Journey Joseph Campbell digunakan secara terbatas untuk melihat transformasi batin tokoh. Data penelitian berupa kutipan narasi dan dialog dari sepuluh cerpen terpilih yang memuat gejala emosionalisme dan egoisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa emosionalisme tokoh tampak melalui kesedihan, kecemasan, kemarahan, kekecewaan, penyesalan, kerinduan, dan keikhlasan. Egoisme tokoh muncul dalam bentuk keputusan sepihak, tuntutan berlebihan, penghindaran tanggung jawab emosional, ketidakpercayaan, serta pertahanan diri. Kedua aspek tersebut berkaitan erat dengan konflik remaja, relasi keluarga, kemiskinan, cinta, kehilangan, dan nilai religius. Cerpen-cerpen yang dikaji relevan dijadikan bahan ajar karena mendorong siswa mengembangkan empati, refleksi diri, kemampuan interpretasi, dan kepekaan moral melalui pembelajaran apresiasi sastra berbasis diskusi dan proyek.</p> 2026-04-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Acep Kurniawan, Ece Sukmana, Mamat Rohimat