STRATEGI RESILIENSI PARIWISATA PESISIR SELATAN TULUNGAGUNG TERHADAP MULTI-HAZARD: ANALISIS KERENTANAN DAN PERAN STAKEHOLDER

Authors

  • Keisha Shafira Azzahra Institut Teknologi Sepuluh November

Keywords:

Strategi Resiliensi, Multi-Hazars, Pariwisata Pesisir

Abstract

Studi ini merumuskan strategi ketahanan untuk pariwisata pesisir di Selatan Tulungagung yang menghadapi ancaman multi-bencana dengan menganalisis kerentanan sosial dan ekonomi serta mengidentifikasi peran pemangku kepentingan. Menggunakan pendekatan campuran, konsultasi Delphi untuk menentukan faktor-faktor pengembangan kunci, survei lapangan untuk menilai kerentanan rumah tangga dan usaha, pemetaan bahaya sesuai dengan Peraturan BNPB No. 2 (2012), dan triangulasi dengan tinjauan kebijakan dan praktik terbaik, penelitian ini mengevaluasi paparan, sensitivitas, dan kapasitas adaptasi komunitas lokal dan aktor pariwisata. Hasil menunjukkan kerentanan sosial yang tinggi di kalangan rumah tangga yang bergantung pada pariwisata, sensitivitas ekonomi pada usaha mikro musiman, dan celah dalam kepercayaan sistem peringatan dini dan ketahanan infrastruktur. Pemangku kepentingan (pemerintah daerah, BPBD, POKDARWIS, sektor swasta, dan kelompok masyarakat) menunjukkan peran yang saling melengkapi namun mekanisme koordinasi yang terbatas. Strategi yang direkomendasikan meliputi pembangunan kapasitas yang ditargetkan, diversifikasi mata pencaharian yang terkait dengan pariwisata, retrofit infrastruktur, penyebaran peringatan dini berbasis komunitas, dan pembentukan platform manajemen bencana multi-pemangku kepentingan. Langkah-langkah ini bertujuan untuk mengurangi kerentanan, mempertahankan mata pencaharian, dan meningkatkan keamanan destinasi sambil mendukung kelangsungan pariwisata di bawah kondisi multi-bencana.

Downloads

Published

2026-02-13