IMPLEMENTASI PROGRAM MANAJEMEN AGRIBISNIS TEMBAKAU DALAM MENINGKATKAN KUALITAS BAHAN BAKU DI UPT AGRIBISNIS TEMBAKAU KECAMATAN TANJUNGSARI KABUPATEN SUMEDANG

Authors

  • Dadan Setia Nugraha Universitas Sebelas April
  • Difla Salsabila Universitas Sebelas April
  • Elena Nurdina Rahmat Universitas Sebelas April
  • Ikhsan Laksamana Universitas Sebelas April
  • M Syahrindra Oktaviandhi Universitas Sebelas April
  • Nadilah Pauziah Universitas Sebelas April
  • Riska Putri Cahyani Universitas Sebelas April

Keywords:

Kebijakan Publik, Implementasi Kebijakan Publik, Program Manajemen Agribisnis Tembakau

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana implementasi Program Pengelolaan Agribisnis Tembakau berkontribusi dalam meningkatkan kualitas bahan baku tembakau di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Agribisnis Tembakau di Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang. Program ini dilaksanakan sebagai bagian dari pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCHT) sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 72 Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Informan dipilih menggunakan teknik sampling purposif dan meliputi Kepala UPT Agribisnis Tembakau, petugas penyuluhan pertanian, dan petani tembakau yang dibantu. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Validitas data diuji melalui kredibilitas, transferabilitas, keandalan, dan konfirmabilitas. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta verifikasi. Hasil menunjukkan bahwa pelaksanaan Program Pengelolaan Agribisnis Tembakau telah dilaksanakan sesuai dengan kebijakan yang berlaku melalui kegiatan pelatihan pengelolaan pertanian, bantuan teknis dalam budidaya dan penanganan pasca panen, serta penguatan institusi kelompok tani. Program ini telah memberikan manfaat dengan meningkatkan pemahaman petani tentang pengelolaan usaha tani yang lebih terencana dan terstruktur. Namun, pelaksanaan program dalam meningkatkan kualitas bahan baku tembakau belum sepenuhnya optimal. Kondisi ini disebabkan oleh keterbatasan sumber daya manusia, kendala dalam alokasi anggaran DBHCHT, dan kurangnya intensitas optimal dalam bantuan pasca-pelatihan dan pemantauan. Oleh karena itu, perlu diperkuat mekanisme bantuan dan pemantauan, memprioritaskan perencanaan program, serta meningkatkan peran kelompok tani agar pelaksanaan Program Pengelolaan Agribisnis Tembakau dapat lebih efektif, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kualitas bahan baku tembakau di Kabupaten Sumedang.

Downloads

Published

2026-02-13