KOMUNITAS DAN ADVOKASI DALAM PENGEMBANGAN SEKOLAH INKLUSIF

Authors

  • Fitriana Ananda Universitas Sebelas April
  • Gina Sindi Universitas Sebelas April
  • Marshanda Yulia Universitas Sebelas April
  • Rizkia Ummami Universitas Sebelas April
  • Wulanda Aditya Azis Universitas Sebelas April

Keywords:

Inclusive education, community, advocacy, inclusive school, studen

Abstract

Pendidikan inklusif merupakan sistem pendidikan yang memberikan kesempatan belajar yang sama kepada seluruh peserta didik tanpa membedakan kondisi fisik, intelektual, sosial, emosional, maupun latar belakang lainnya. Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan inklusif tidak hanya bergantung pada sekolah, tetapi juga memerlukan keterlibatan komunitas dan advokasi yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran komunitas dan advokasi dalam pengembangan sekolah inklusif melalui kajian pustaka. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengumpulkan berbagai referensi berupa buku, jurnal ilmiah, dan dokumen kebijakan yang berkaitan dengan pendidikan inklusif. Hasil kajian menunjukkan bahwa komunitas memiliki peran penting dalam membangun kerja sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat, meningkatkan kesadaran terhadap keberagaman, serta mengurangi stigma terhadap peserta didik berkebutuhan khusus. Sementara itu, advokasi berperan dalam memperjuangkan hak-hak peserta didik agar memperoleh layanan pendidikan yang adil dan setara melalui advokasi individu, kelompok, maupun kebijakan. Berbagai tantangan seperti kurangnya pemahaman masyarakat, keterbatasan sumber daya, dan rendahnya partisipasi masyarakat masih menjadi hambatan dalam implementasi pendidikan inklusif. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi semua pihak untuk mewujudkan sekolah inklusif yang berkualitas.

 

References

Ainscow, M. (2005). Developing Inclusive Education Systems. Journal of Educational Change, 6(2), 123-140.

Arriani, F., Agustiawati, A., Rizki, A., Widiyanti, R., Wibowo, S., Herawati, F., & Tulalessy, C. (2022). Panduan pelaksanaan pendidikan inklusif. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Baroroh, E., & Rukiyati. (2022). Pandangan guru dan orang tua tentang pendidikan inklusif di taman kanak-kanak. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(5), 3944–3952. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i5.2510

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Panduan pelaksanaan pendidikan inklusif. Jakarta: Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Kustawan. (2023). Pendidikan inklusif dan implementasinya di Indonesia. Jakarta: Luxima Metro Media.

Rahmi, F. N., & Wijayanti, S. (2025). Strategi Advokasi Public Relations dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Inklusif di Wilayah Rural. Jurnal Audiens, 6(3), 555-568.

UNESCO. (2009). Policy Guidelines on Inclusion in Education. Paris: UNESCO.

UNESCO. (2017). A Guide for Ensuring Inclusion and Equity in Education. Paris: UNESCO.

Downloads

Published

2026-07-31

How to Cite

Fitriana Ananda, Gina Sindi, Marshanda Yulia, Rizkia Ummami, & Aditya Azis, W. (2026). KOMUNITAS DAN ADVOKASI DALAM PENGEMBANGAN SEKOLAH INKLUSIF. Sebelas April Elementary Education, 5(2), 153–159. Retrieved from https://ejournal.unsap.ac.id/index.php/saee/article/view/2790

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.