PENOKOHAN DALAM NOVEL NAMAKU ALAM KARYA LEILA S. CHUDORI: KAJIAN PSIKOANALISIS SIGMUND FREUD
Keywords:
Penokohan, Psikologi Sastra, Novel, Pembelajaran SastraAbstract
Pembelajaran di SMA khususnya pembelajaran sastra merupakan pembelajaran yang harus dipelajari oleh siswa. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengumpulkan dan mendeskripsikan unsur penokohan yang terdapat pada novel Namaku Alam karya Leila S. Chudori. Penulis menggunakan metode penelitian deskriptif pendekatan kualitatif, dengan data berupa dialog dan kutipan dari setiap tokoh. Instrumen penelitian berupa analisis unsur penokohan yang dilihat dari aspek psikologi sastra dengan menggunakan teori psikoanalisis Sigmund Freud (id, ego, dan superego). Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga komponen yang membentuk struktur kepribadian manusia pada tokoh dalam novel. Tokoh utama Segara Alam memiliki komponen id. Hal ini sesuai dengan isi cerita yang pengarang gambarkan dalam novelnya, seorang remaja yang dibayang-bayangi oleh dosa ayahnya yang merupakan tahanan politik yang dieksekusi karena terlibat dengan gerakan komunis. Selain itu, struktur kepribadian ego menjadi struktur kepribadian yang paling banyak ditemukan dari tokoh lain. Hal ini terjadi karena kedudukan tokoh lain bertujuan sebagai penyeimbang untuk tokoh utama. Perkembangan psikologi dari tokoh utama menunjukkan perkembangan yang signifikan. Hal ini terjadi karena keterkaitan antara unsur pembangun cerita dan kedudukan tokoh lain yang menjadi pengaruh bagi tokoh utama. Latar cerita menggambarkan kondisi Indonesia tahun 80-an pasca tragedi G30SPKI. Berdasarkan hasil penelitian, novel Namaku Alam karya Leila S. Chudori dinilai layak digunakan sebagai bahan pembelajaran apresiasi sastra di SMA.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Rizal Ahmad Satriani, Kuswara, Ece Sukmana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.






