EMOSIONALISME DAN EGOISME TOKOH DALAM CERPEN-CERPEN TERPILIH 32 ATMA MENDEKAP ASA
Keywords:
Emosionalisme, egoisme tokoh, psikologi sastra, cerpen, bahan ajar SMAAbstract
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan representasi emosionalisme dan egoisme tokoh dalam kumpulan cerpen 32 Atma Mendekap Asa karya Bagus Adi Saputra dkk. serta relevansinya sebagai bahan pembelajaran apresiasi sastra di SMA. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya teks sastra sebagai medium refleksi psikologis, moral, dan sosial bagi peserta didik. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra. Semiotika Roland Barthes digunakan sebagai perangkat bantu untuk membaca makna denotatif, konotatif, dan mitos, sedangkan pola The Hero’s Journey Joseph Campbell digunakan secara terbatas untuk melihat transformasi batin tokoh. Data penelitian berupa kutipan narasi dan dialog dari sepuluh cerpen terpilih yang memuat gejala emosionalisme dan egoisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa emosionalisme tokoh tampak melalui kesedihan, kecemasan, kemarahan, kekecewaan, penyesalan, kerinduan, dan keikhlasan. Egoisme tokoh muncul dalam bentuk keputusan sepihak, tuntutan berlebihan, penghindaran tanggung jawab emosional, ketidakpercayaan, serta pertahanan diri. Kedua aspek tersebut berkaitan erat dengan konflik remaja, relasi keluarga, kemiskinan, cinta, kehilangan, dan nilai religius. Cerpen-cerpen yang dikaji relevan dijadikan bahan ajar karena mendorong siswa mengembangkan empati, refleksi diri, kemampuan interpretasi, dan kepekaan moral melalui pembelajaran apresiasi sastra berbasis diskusi dan proyek.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Acep Kurniawan, Ece Sukmana, Mamat Rohimat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.






